Begini Contoh Surat Gugatan Perdata yang Benar

Date:

Share post:

Apakah anda mencari contoh surat gugatan perdata yang baik dan benar untuk menjadi referensi anda? maka anda tepat berada di artikel ini dimana kali ini kami akan membagikan contoh surat gugatan perdata untuk menambah wawasan anda.

Sekedar informasi, surat gugatan perdata merupakan dokumen formal yang diajukan oleh pihak yang merasa dirugikan kepada pengadilan untuk memulai proses penyelesaian sengketa secara hukum. Dalam membuat atau menyusun surat ini, maka penting untuk menyusun surat gugatan dengan benar agar isinya jelas, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sebut saja salah satu contoh surat gugatan perdata yang benar adalah surat gugatan perceraian.

Dalam contoh surat gugatan perceraian, biasanya terdapat identitas lengkap dari kedua pihak yang terlibat, alasan perceraian, serta tuntutan hukum yang diinginkan oleh penggugat. Selain itu, surat gugatan perdata juga harus memuat fakta-fakta yang menjadi dasar tuntutan hukum, bukti-bukti yang mendukung klaim penggugat, serta dasar hukum yang digunakan sebagai pijakan dalam tuntutan. Dengan menyusun surat gugatan perdata dengan cermat dan sesuai prosedur, pihak penggugat dapat memastikan bahwa tuntutan mereka dapat dipertimbangkan dengan serius oleh pengadilan.

Tidak hanya gugatan perceraian yang termasuk gugatan perdata, sebab terdapat kondisi lainnya yang bisa diajukann gugatan perdata. Dan pada kesempatan kali ini kami akan membagikan contoh surat gugatan perdata yang bisa anda simak sebagai berikut.

Contoh Surat Gugatan Perdata

Contoh Surat Gugatan Perdata yang Benar

Berikut kami bagikan contoh surat gugatan perdata lainnya mengenai tata usaha negara yang bisa anda simak dibawah ini.

Contoh Surat Gugatan Tata Usaha Negara

Makassar, 11 Desember 2023

Kepada

Yth. Ketua Pengadilan

Tata Usaha Negara Makassar.

di-.

Jalan Tendean 5, Makassar.

Baca juga  5 Terapi Sederhana untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan di bawah ini saya :

Nama : Hafshah

Kewarganegaraan : Indonesia

ADVERTISEMENT

Tempat tinggal : Makassar

Pekerjaan : Pengusaha

Berdasarkan surat kuasa khusus Nomor23 tanggal 10 memberikan kuasa kepada :

Nama : Setyo

Kewarganegaraan : Indonesia

Pekerjaan : Advokat, berkantor Makassar selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;

Dengan ini Penggugat mengajukan gugatan terhadap Saudara Rendi , berkedudukan di Makassar. , untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ;

I. Objek Sengketa :

Surat Tanah, No234, Tanggal 10

(pasal 1 angka 9 UU Peradilan TUN).

II. Tenggang Waktu Gugatan : 1 minggu

– Bahwa Objek Sengketa diterbitkan Tergugat tanggal10

– Bahwa Objek Sengketa tersebut diterima /diketahui Penggugat pada tanggal 12

– Bahwa gugatan a quo diajukan pada 16

– Bahwa oleh karenanya Gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu sesuai dengan pasal 55 UU Peradilan TUN Makassar

(pasal 55 UU Peradilan TUN).

III. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan :

Penggugat merasa dirugikan karena Penggugat adalah pemilik/menguasai sesuai dengan alat bukti rekaman/pihak yang dituju Surat Objek Sengketa Tanah dst. (pasal 53 UU Peradilan TUN)

IV. Posita/Alasan Gugatan :

(Uraikan kronologi dan alasan gugatan,

misal : – Keputusan Obiek Gugatan diterbitkan Tergugat melanggar UU, PP, Perda dll.

– Dan/atau Melanggar Asas-asas umum pemerintahan yang baik.)

V. Permohonan Penundaan :

– Bahwa Objek sengketa ternyata akan dilaksanakan pada tanggal…., sehingga terdapat keadaan mendesak .

– Bahwa apabila Surat Objek Sengketa dilaksanakan maka Penggugat akan sangat dirugikan/terdapat keadaan yang sulit untuk dikembalikan/dipulihkan seperti keadaan semula.

– Bahwa fakta fakta diatas telah memenuhi ketentuan pasal 67 UU Peradilan TUN.

– Bahwa oleh karenanya Penggugat mohon agar diterbitkan Penetapan yang berisi perintah kepada Tergugat agar menunda Pelaksanaan Objek Sengketa, sampai perkara a quo berkekuatan hukum tetap.

Baca juga  Cara Daftar dan Aktivasi Akun belajar.id, Aplikasi Belajar Mengajar Kemdikbudristek

(pasal 67 UU Peradilan TUN).

VI. Petitum/Tuntutan :

A. Dalam Penundaan.

– Mengabulkan Permohonan Penundaan yang diajukan Penggugat.

B. Dalam Pokok Perkara/Sengketa.

1. Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya ;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Gugatan No 23 tertanggal 10 April

3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Tanah No234

4. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara ;

Hormat Kami,

Penggugat/ Kuasa Hukum Penggugat,

Setyo

Sekian informasi tentang contoh surat gugatan perdata yang baik dan benar. Semoga berguna dan bermanfaat.

Budi Hermawan
Budi Hermawanhttps://saikinews.com
Penulis artikel dan kontributor berita yang berpengalaman dengan tulisan yang informatif dan mennginspirasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related articles

7 Tips Olahraga Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan

Bagi anda yang merasa memiliki berat badan berlebihan, maka anda tepat berada di artikel ini dimana kali ini...

Begini Tips Cara Aman Liburan dengan Kapal Laut

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan tips cara aman liburan dengan kapal laut yang bisa menjadi referensi...

5+ Rekomendasi Game Kapal Perang Seru di Android Terbaru

Bagi anda penggemar game bernunsa perang dan militer, maka pastinya anda tidak ingin melewatkan rekomendasi game kapal perang...

Panduan Cara Membeli Tangki Motor Custom Yang Baik dan Benar

Bagi anda yang berencana ingin membeli tangki motor custom, maka anda perlu mengetahui cara memilih yang baik dan...