Bisakah Data Inflasi Mendatang Mendorong Harga XAU/USD ke Level Tertinggi Baru?

0
XAU/USD

Seiring meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Fed, potensi kenaikan harga emas semakin menguat. Para pedagang mengamati laporan CPI dan PPI sebagai pendorong utama pasar minggu depan.

Harga XAU/USD akan melonjak tinggi

Poin Utama:

Emas menunjukkan ketahanan, bertahan di atas $2.371,39 meskipun mengalami kerugian mingguan sebesar 0,46%, karena para pedagang mengamati potensi penurunan suku bunga Fed.

Spekulasi pemangkasan suku bunga Fed melonjak dengan peluang 55% hingga pemangkasan 50 bps, yang berpotensi mendorong harga emas ke titik tertinggi baru.

Laporan CPI dan PPI yang akan datang sangat penting; inflasi yang lemah dapat mendorong pemangkasan suku bunga Fed, yang berpotensi membawa emas ke $2.500.

Permintaan emas global bergeser: India mengalami kenaikan yang didorong oleh harga, sementara premi Tiongkok meningkat karena pembelian aset safe haven.

Prospek emas yang positif bergantung pada data inflasi dan langkah-langkah Fed; melanggar MA 50-hari dapat menandakan penurunan tajam.

Minggu Emas yang Bergejolak: Taruhan Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Sentimen Bullish

Emas mengalami minggu yang penuh gejolak, ditandai dengan penurunan tajam dan pemulihan berikutnya. Meskipun membukukan kerugian mingguan sebesar 0,46%, logam mulia menunjukkan ketahanan, mempertahankan dukungan di atas rata-rata pergerakan 50 hari yang krusial sebesar $2371,39.

Minggu lalu, XAU/USD ditutup pada $2431.26, turun $11.23 atau -0.46%.

Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Meningkat

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada bulan September telah menguat, dengan para pedagang memperkirakan peluang pemangkasan sebesar 55% sebesar 50 basis poin. Potensi pergeseran kebijakan moneter ini telah menjadi pendorong utama harga emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Baca juga  Mengenal Jenis Investasi Properti Online Lengkap Dengan Tipsnya

Data Ekonomi Mengirimkan Sinyal Campuran

Klaim pengangguran AS mengejutkan pasar, berada di bawah ekspektasi di angka 233.000 untuk minggu terakhir. Data ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang pelemahan pasar tenaga kerja mungkin terlalu dini, sehingga sedikit mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Namun, gambaran ekonomi secara keseluruhan tetap kompleks, dengan para pedagang dengan penuh semangat menunggu laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (PPI) minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut.

Pola Permintaan Global

Permintaan emas fisik di India mengalami sedikit peningkatan karena koreksi harga, sementara premi di Tiongkok meningkat karena pembelian aset safe haven. Tren yang kontras ini menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi pasar emas global. Interaksi antara ketidakpastian ekonomi dan sentimen investor terus membentuk permintaan di seluruh wilayah.

Dampak Dolar dan Imbal Hasil Treasury

Indeks Dolar AS bergerak turun tipis minggu ini meskipun terjadi reli besar selama 3 hari, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS berakhir stabil setelah minggu yang naik turun. Faktor-faktor ini telah berkontribusi pada lingkungan pasar emas yang kompleks, karena logam mulia biasanya bergerak terbalik terhadap dolar dan imbal hasil. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun di bawah 4,00% memberikan sedikit dukungan terhadap harga emas.

Perspektif Bank Sentral

Para pembuat kebijakan Federal Reserve telah mengindikasikan bahwa meredanya inflasi dapat membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga, yang dipandu oleh data ekonomi dan bukan volatilitas pasar saham. Sikap ini telah memicu spekulasi tentang waktu dan tingkat potensi pemangkasan suku bunga, dengan pasar saat ini mengantisipasi pemangkasan tambahan pada akhir tahun.

Prakiraan Pasar

Prospek jangka pendek untuk emas tetap optimis. Laporan CPI dan PPI AS mendatang akan sangat penting dalam menentukan arah masa depan emas. Jika data inflasi mendukung kasus penurunan suku bunga, emas berpotensi menguji rekor tertinggi baru, dengan beberapa analis mengincar level $2.500. Namun, pedagang harus tetap waspada terhadap rata-rata pergerakan 50 hari, karena penembusan di bawah level ini dapat memicu penurunan harga yang signifikan sebesar $50 atau lebih.

Baca juga  ETF Bitcoin Spot AS Catat Rekor Arus Keluar $287 Juta, Kecuali BlackRock

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mempertahankan pandangan positif terhadap emas sebagai lindung nilai diversifikasi terhadap gejolak pasar. Ia menyarankan bahwa jika Federal Reserve mulai memangkas suku bunga, mungkin paling cepat bulan depan, investor yang sensitif terhadap suku bunga dapat kembali ke emas melalui ETF.

Karena pasar terus menilai ketidakpastian ekonomi dan potensi perubahan kebijakan, peran ganda emas sebagai tempat berlindung yang aman dan lindung nilai inflasi kemungkinan akan membuat minat investor tetap tinggi dalam beberapa minggu mendatang. Pedagang harus memantau dengan cermat indikator ekonomi, komunikasi bank sentral, dan perkembangan geopolitik global untuk mengetahui katalis potensial yang dapat mendorong harga emas ke arah mana pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *